Sabtu, 12 Mei 2012

Kenji Tournament Documentation


Pukul 07:02 Wib  monitor layar Hand Phone, terbayang rekaman jadwal perkuliahan untuk hari ini sabtu 15 mei 2010 diantara ribuan sel otak, Filsafat Pendidikan yang diampu oleh As-Sayyid Drs. H Akrim Mariyat, Dipl, Ed. Menurut teks, pukul 07:00 Wib tepat  perkuliahan sudah harus mengudara. Namun konteks yang berperan selalu bergelut dengan teks oleh faktor jam terbang yang padat antara dosen dan mahasiswa.
Perkuliahan = Wawasan baru yang berteriak memanggil dan menunggu. Teriakkannya terdengar jelas berselancar mengarungi desiran ombak jarak yang relatif jauh menghampiri selaput gendang telinga, teriakkannya percis seperti teriakkan salah satu tokoh kartun  Kenji adik tunggal Hatori dalam kisah Ninja Hatori, teriakan berfrekuensi tinggi dan berpotensi menghancurkan apapun yang dilaluinya. Sempat ditayangkan oleh salah satu stasiun TV beberapa waktu lalu.
Tak kuat menahan lengkingan teriakannya, tolong bungkam teriakannya!. Satu set peralatan mandi terkumpul di tangan dari seluruh penjuru ruang lemari yang belum tertata rapi dampak transisi habitat baru RUSUNAWA dengan fasilitasnya yang masih dalam masa transisi, fasilitas utama air dan ruang makan unactived.
Untuk sebuah solusi masalah atau biasa disebut sebagai problem solving oleh para ahli pendidikan, ribuan langkah ciptaan sepasang kaki kecil melangkah dengan bekal satu set peralatan mandi lengkap. Mencari fasilitas diujung sisi dunia lain agar teriakan Kenji tak semakin memekakkan gendang telinga yang hampir pecah olehnya.
Byar byur dengan persediaan air yang hampir mencapai puncak kritis. Dua lantunan lagu yang entah terulang beberapa kali dari pita suara standar. Menemani ekplorasi kekayaan penampungan air yang semakin kritis, bersama limbah busa putih ciptaan Nuvo Merah dan  Pepsodent yang putihnya semakin pupus oleh kotoran yang mermukim semalaman di seujur tubuh. Kekuatan kesegaran pagi tercipta dalam jiwa kini cukup untuk membungkam teriakan Kenji.
Kostum pertempuran lengkap melekat menutup. Siap bertarung memenuhi undangan pertarungan melalui teriakkan Kenji yang hilang kesabaran untuk segera  mengasah kemahiran bertarung menghadapi petarung-petarung handal. Ribuan langkah kaki kuat menghujam lumpur-lumpur bumi hasil hujan semalaman, auranya masih kuat terasa ketika pandangan mata naik keatas langit.
Huff! Langkah kaki berhasil mengalahkan jarak. Arena Tournament pertarungan telah jelas tertangkap sepasang mata bersama para petarung handal yang lain nampak berbincang-bincang sembari menanti kedatangan Kenji. Detik waktu berdetik meninggalkan segala yang tertinggal dibelakang untuk semakin maju kedepan menciptakan sekumpulan satuan waktu. Kenji tak kunjung tiba, entah jadwal bertarung yang padat atau entah ada faktor lain melatar belakangi keabsenannya? atau mungkin sang kakak (Hatori) menghalau langkah kakinya, membisikkan minimnya kemahirannya dalam bertarung hingga Kenji sada bahwa ia masih terlalu lemah untuk bertarung menghadapi para petarung handal?. Undangan Kenji terdengar jelas dari kejauhan namun pupus disaat langkah-langkah kaki datang mendekat. Laksana fatamorgana.            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar